KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU PENDIDIKAN JASMANI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA KELAS DI SMA NEGERI 1 KASOKANDELTAHUN AKADEMIK 2019/2020

  • Yucky Putri Erdiyanti Universitas Majalengka
  • Bayu Dwi Febrianto Universitas Majalengka
Keywords: Komunikasi Interpersonal, Guru Penjas, Motivai Belajar

Abstract

Proses pembelajaran untuk tingkat SLTA pada generasi sekarang ini banyak sekali menemui tantangan. Salah satu tantangan terbesar bagi seorang Guru tingkat SLTA itu harus bisa berperan menjadi Motivator dalam melakukan berbagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran di kelas. Salah satu upaya untuk mencapai sebuah tujuan pembelajaran adalah dengan menjadi sahabat pembelajaran, melakukan komunikasi secara personal antara guru dengan siswa. Tujuan dilaksanakannya penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana tahapan orientasi komunikasi interpersonal guru penjas dalam meningkatkan motivasi belajar siswa menengah atas di SMA Negeri 1 Kasokandel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-positivisme dimana metode ini mencoba untuk membuat realitas nyata yang akan dicocokan dengan konsep dan teori yang sudah ada. Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan, peneliti akan menggunakan analisis studi kasus mengenai komunikasi interpersonal Guru penjas dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, melalui 4 pendekatan teori penetrasi sosial yaitu diantaranya: (1) Tahapan orientasi atau tahapan perkenalan, Guru penjas telah melakukan tahapan orientasi atau tahapan perkenalan dengan siswa yang akan melakukan pembalajaran dengannya. Dengan adanya data yang berkaitan dengan tahapan orientasi tersebut. Dimana Guru penjas dalam proses perkenalan dengan siswa yang akan melakukan pembelajaran dengan cara pendekatan antara Guru penjas dengan siswa. (2) Tahapan pertukaran penjajakan afektif Guru penjas dengan siswa telah melakukan tahapan tersebut. Guru penjas lebih open atau terbuka untuk menunjukan rasa kepedulian serta touching kepada siswa yang melakukan pembelajaran. (3) Tahapan pertukaran afektif antara Guru penjas dengan siswa. Guru Penjas melakukan proses pertukaran afektif tersebut dengan cara heart to heart atau dari hati ke hati dengan siswa yang akan melakukan pendidikan jasmanidengannya, dengan cara seperti itulah sehingga siswa akan mulai memberikan informasi dan merasa nyaman saat proses bimbingan dan pembalajaran berlangsung. (4) tahapan pertukatan stabil atau tahapan transparansi antara Guru penjas terhadap siswa, yakni antara Guru penjas dengan siswa komunikasi yang dilakukan oleh sudah terbilang efektif, dimana siswa sudah mulai terbuka akan dirinya atau akan masalah yang dialaminya selama di sekolah tanpa ada rasa takut terhadap Guru penjas.

Published
2020-11-11
How to Cite
Erdiyanti, Y. P., & Febrianto, B. D. (2020). KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU PENDIDIKAN JASMANI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA KELAS DI SMA NEGERI 1 KASOKANDELTAHUN AKADEMIK 2019/2020. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan , 2, 718-726. Retrieved from https://prosiding.unma.ac.id/index.php/semnasfkip/article/view/385