STUDI PUSTAKA DAMPAK PENGGUNAAN GAWAI TERHADAP KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR

  • Viona Putri Sublipta
  • Roni Rodiyana
  • Dede Salim Nahdi
Keywords: dampak, gawai, karakter, siswa

Abstract

Peran gawai (gadget) sangat penting untuk mempermudah seorang pendidik menyalurkan macam-macam materi kepada peserta didiknya, guna memperoleh sumber-sumber informasi maupun bentuk materi yang dibutuhkan. Kecanduan anak dalam menggunakan gawai diklasifikasikan pada tingkatan tinggi, sedang, dan rendah. Namun, apabila penggunaan gawai memiliki durasi pemakaian lebih dari 60 menit perhari secara terus menerus atau lebih 120 menit sekali pemakaian, maka dapat dikategorikan tingkat penggunaan gawai yang berkelanjutan dan tidak memiliki batas
waktu yang dapat menimbulkan dampak buruk kecanduan gawai bagi anak. Penggunaan media sosial di Indonesia pada 2020 paling banyak yakni berusia 25-34 tahun. Rinciannya, pengguna laki-laki dan perempuan masing-masing sebanyak 20,6% dan 14,8%. Posisi selanjutnya yakni pengguna berusia 18-24 tahun. Rinciannya, pengguna laki-laki dan perempuan masing-masing sebanyak 16,1% dan 14,2%. Jumlah pengguna media sosial di Indonesia paling sedikit yakni berusia 55-64 tahun. Kemudian usia 65 tahun ke atas. Menurut Kemendiknas (2011) Pendidikan Karakter adalah
usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang sudah menjadi kebiasaannya. Pendidikan Karakter adalah daya-upaya untuk mengembangkan pertumbuhnya budi pengerti luhur (karakter), pikiran, dan tumbuh anak, (Ningsih, 2015: 8).

Published
2021-10-20
How to Cite
Sublipta, V. P., Rodiyana, R., & Nahdi, D. S. (2021). STUDI PUSTAKA DAMPAK PENGGUNAAN GAWAI TERHADAP KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan , 3(3), 453-464. Retrieved from https://prosiding.unma.ac.id/index.php/semnasfkip/article/view/636